3 Fundamental UX Design Yang Sering Diabaikan Banyak UI/UX Designer


 Desain yang terbaik adalah desain yang "friendly", bukan yang hanya sekedar indah di pandang. 

Dewasa ini, ada banyak sekali Aplikasi atau Web di Internet yang sejenis dan hampir mirip fungsi atau tujuan kegunaan nya, contoh Aplikasi Google Translate dan Aplikasi Translate lain nya. 

Masih pada contoh diatas, apa yang membedakan dari Aplikasi Google Translate dengan Aplikasi Translate lain nya? 
Ya, Aplikasi Google Translate lebih banyak diunduh dibanding Aplikasi Translate yang lain.

Mengapa Aplikasi Translate lain lebih sedikit di unduh dibanding Aplikasi Google Translate? 
Jawaban nya adalah karena Aplikasi Google Translate memberikan kenyamanan atau experience yang membuat Pengguna betah untuk memakai Aplikasinya dibanding menggunakan Aplikasi Translate lain. 
Pengguna tidak disuguhkan berbagai macam fitur atau tulisan yang membuat bingung, karena sejatinya Aplikasi Translate itu harus simple dan praktis, buat apa bikin Aplikasi Translate yang sama ribetnya dengan menggunakan kamus.

Lalu bagaimana cara agar membuat Pengguna betah untuk terus menggunakan Aplikasi kita? atau bagaimana supaya Pengguna betah untuk terus berada di Web kita? 
Simple, Kalian harus mempelajari UX, UX ini sangat berguna untuk membuat Pengguna betah menggunakan atau terus berada di Aplikasi ataupun Web yang Kita punya. 

Berikut adalah 3 Fundamental yang sering diabaikan oleh para Pembuat atau Perancang Aplikasi maupun Web.


1. Mengubah Persepsi Waktu Pengguna

Apa itu Mengubah Persepsi Waktu Pengguna? Disini Kita akan mengubah persepsi Pengguna dengan Design UX, dari yang Pengguna berfikir loading nya lama, dengan ditambah sedikit Design UX yang pas maka Kita dapat mengubah persepsi Pengguna sehingga Pengguna merasa "wah loading nya tinggal sebentar lagi".

Bagaimana cara mengubahnya, Kita kan bukan Penyihir?? Silahkan Kalian lihat gambar dibawah ini :



Berikut adalah interpretasi dari 4 gambar diatas:

  • Indikator Loading Bar:  Tampilan Indikator Loading Bar yang memiliki desain seperti bergelombang tersebut ternyata memberikan ilusi kepada Pengguna, telah terbukti bahwa Pengguna akan berfikir bahwa Indikator yang bergelombang tersebut lebih cepat 11% dibanding Indikator yang hanya memiliki warna polos.
  • Copy Notification: Penelitian menemukan bahwa Orang yang "terganggu" memiliki waktu menunggu lebih sedikit daripada Orang yang "tidak terganggu". Maksudnya apa? maksudnya adalah misal ada 2 Orang yang sama sama menunggu pesawat datang dalam waktu 1 jam, Orang 1 adalah Orang yang sudah siap barang barang nya, sementara Orang 2 adalah Orang yang Barang nya masih berantakan dan Dia masih menyusun supaya barang itu rapih. 1 jam berlalu akhirnya Pesawat datang, lalu ditanya lah 2 Orang tersebut, berapa lama mereka menunggu? otomatis jawaban Orang 1 adalah 1 jam, sementara Orang 2 menjawab bahwa ia merasa hanya menunggu 15 menit, kok bisa? ya bisa, alasan nya adalah karena Orang 2 "terganggu" atas kesibukan menyusun barang nya sampai rapih sehingga ia merasa waktu menunggu pesawat adalah 15 menit.

    Lalu hubungan nya denga Copy Notification apa? hubungan nya dengan mengubah persepsi waktu apa?Hubungan nya adalah Kita sebagai Pembuat atau Perancang atau Desainer harus membuat suatu Desain UX yang membuat Pengguna terasa "terganggu". nah "terganggu"nya disini adalah dalam bentuk positif berupa menaruh informasi menarik atau sebuah joke pada Notification Copy, sehingga perhatian pengguna teralihkan dari menunggu menjadi melihat lihat pada informasi atau gif animasi yang ditampilkan di samping/atas Notification Copy, dan ketika mereka selesai atau bosan setelah melihat Informasi atau apa yang ditampilkan di samping/atas Notification Copy lalu mereka melihat menunggu 15 menit seperti Orang 2 tadi.
  • Animasi Transisi: Transisi Animasi berguna untuk mengalihkan Pengguna dari rasa menunggu saat konten yang ditampilkan belum selesai dimuat atau ditampilkan, hal ini wajar karena beberapa Orang yang "tidak suka menunggu" harus melakukan aktivitas "menunggu" maka ia akan mencari aktivitas lain yang ia bisa jalani saat menunggu, istilah simpel nya iseng lah begitu.
  • Pemuatan Konten Bertahap: Saat konten sedang dimuat, selain memberikan Animasi Transisi, Kita juga harus memuat konten secara bertahap, mulai dari awal  kerangka wireframe nya lalu tulisan dan terakhir gambar, hal ini lebih disukai Pengguna dibanding mereka menunggu lebih agar tulisan dan gambar muncul secara bersamaan.

Jadi setelah 4 Poin diatas, Kita akan mendapat kesimpulan pada Fundamental UX yang pertama, yakni:
  • Rasa kecepatan adalah karakteristik fundamental dari semua aplikasi yang sukses.
  • Buang rasa ketidapastian, waktu yang lambat, dan stagnasi Pengguna dengan hanya merubah sedikit Desain Produk (Aplikasi/Web) Kalian
  • Buat pengguna merasa "terganggu" dengan hal positif seperti yang disampaikan di poin 3 
Mari Kita lanjut ke Fundamental UX yang ke-dua.


2. Buatlah Pengguna "Seperti Berada di Rumah"

Buatlah Pengguna "Seperti Berada di Rumah", maksudnya apa? maksudnya adalah ketika seseorang berada di Rumah, maka ia pasti mengenal dan hafal bagaimana cara membuka pintu Rumahnya, dimana letak dapurnya dan lain lain. 

Jika Kita bawa konsep itu ke Aplikasi / Web yang Kita punya, maka simple nya Kita harus bisa membuat Pengguna hafal dan "betah" ketika berada di Aplikasi/Web tersebut. Lalu bagaimana cara membuat Pengguna hafal dan "betah" ketika berada di Aplikasi/Web Kita? 




Jawabannya adalah :
  • Ikuti lah Desain Interaksi yang sudah ada, contoh di Aplikasi E-Mail, Kita mengetahui bahwa dalam Aplikasi E-Mail gerakan swipe ke kanan atau ke kiri pada pesan E-Mail yang masuk dapat menimbulkan Pesan perintah ini E-Mail mau  di-delete/di-arsip/di-simpan, nah itu merupakan standar interaksi yang sudah ada dan sudah banyak dipahami oleh banyak Pengguna. Lantas janganlah Kalian membuat Aplikasi E-Mail yang dimana ketika Pengguna melakukan gerakan swipe ke kanan atau ke kiri pada pesan E-Mail yang masuk malah tidak menghasilkan Pesan perintah yang seperti di Desain Interaksi, anggap saja itu standar baku yang sudah banyak di pahami dan Pengguna hafal. Kalo di implementasikan ke Rumah maka, Janganlah Kalian membuat pintu yang ketika dibuka itu harus di tarik ke atas bukan lewat kenop pintu, nah buatlah Pintu yang ketika dibuka bisa terbuka via kenop pintu jadi Pengguna merasa ketika melakukan "ini" mereka akan mendapatkan hasil yang mereka inginkan.
  • Buatlah Standar Arsitektur Informasi,  Apa itu? ini bisa berupa pesan awal yang ditampilkan saat Pengguna pertama kali menggunakan Aplikasi atau mengunjungi Web yang Kita punya, yaa semacam pesan panduan gitu lah kayak letak file A dimana, kalo mau download file di Aplikasi ini gimana. Kalo dalam konsep Rumah, Kita akan memberitahu Pengguna dimana Kamar Mandinya, dimana Dapurnya dan lain lain.
  • Gunakan Standar Desain Visual,  nah disini yang perlu kalian perhatikan adalah Kalian harus menggunakan Standar Desain Visual, contoh nya seperti: Tombol Download itu biasanya kotak, jangan kalian buat Tombol Download dengan bentuk segitiga, karena Pengguna akan merasa aneh dan khawatir akan bagaimana dengan Tombol/penempatan yang lain.
Rangkuman yang bisa kita dapat dari Fundamental ke-dua ini adalah:

Jangan buat Desain baru yang menyulitkan Pengguna, Percuma membuat Aplikasi/Web dengan Desain (Desain disini bisa berupa penempatan tombol,dll) yang cantik tetapi ditinggal Pengguna karena Pengguna merasa tidak betah atau tidak "merasa seperti di Rumah". Jika Kalian ingin menggunakan Desain baru yang menurut kalian lebih bagus dibanding standar kebanyakan Desain Aplikasi/Web lain setidaknya Kalian harus melakukan testing kepada beberapa orang yang dijadikan Penguji. Okee lanjut..

3. Bangun Hubungan Dengan Aplikasi/Web Anda

Bangunlah Hubungan Dengan Aplikasi/Web Anda, Anggaplah Mereka sebagai Anak Kalian yang harus anda besarkan dan rawat dengan tulus. Mungkin Kalian menganggap bahwa Aplikasi/Web Kalian hanya sebuah "alat" yang membantu Kalian. Akan tetapi, percayalah ketika Kalian membangun chemistry dengan Aplikasi/Web Kalian, Pengguna Aplikasi/Web Kalian akan merasakan "hal yang berbeda" dari Aplikasi/Web lain.

Lalu bagaimana cara membangun hubungan dengan Aplikasi/Web Kalian sehingga Pengguna Aplikasi/Web Kalian dapat merasakan "hal yang berbeda"? ini dia jawabannya:

Konten 

Buatlah Konten yang benar benar sesuai dengan Aplikasi/Web Kalian. Misal niche Aplikasi/Web Kalian itu bergerak di niche tutorial, maka buatlah tutorial yang tidak dibuat oleh Aplikasi/Web lain jangan lah kalian Ctrl C+Ctrl V. Jika pikiran Kalian sudah mentok, Kalian dapat menggunakan konsep ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) sungguh itu lebih membuat hubungan dengan Aplikasi/Web Kalian "terlihat berbeda".

Maskot

Buatlah Maskot seperti 1 atau 2 karya Ilustrasi yang menggambarkan Aplikasi/Web Kalian.

Logo

Logo jelas hal yang penting, Logo lah yang membedakan secara visual Aplikasi/Web Kalian dengan yang lain. Semakin Terkonsep+Unik nya suatu Logo, maka akan meninggalkan suatu ingatan tersendiri kepada Pengguna.

Rangkuman dari Fundamental Terakhir ini adalah: 
Ketika membuat suatu Aplikasi/Web, Kita harus membangun hubungan dengan apa yang kita buat, sehingga Pengguna mendapat Experience tersendiri dibanding menggunakan Web/Aplikasi lainnya.

Itulah 3 Fundamental UX Design Yang Sering Diabaikan Banyak UI/UX Designer, Sampai berjumpa kembali di Artikel Berikutnya, Adios.

refrensi:
https://medium.com/insightdesign/akun-medium-para-designer-indonesia-yang-bisa-kamu-follow-f8ad14643ab5

You may like these posts

Post a Comment