Beberapa Hal yang Harus Diketahui Antara UX Designer dan UX Researcher





Di dalam UI/UX sebenarnya tidak hanya ada role UI Designer dan UX Designer saja, akan tetapi banyak seperti : UX Writer, UI Designer, UX Designer, UX Engineer, Graphic Designer, dan lain lain. Tetapi banyak para Perusahaan yang menganggap UI/UX hanya ada UI Designer dan UX Designer saja, dan parahnya ada juga sebagian yang menganggap hanya role 1 orang saja, padahal dalam mengembangkan suatu Produk , UI dan UX ini adalah tanggung jawab bersama, ada baiknya jika UI dipegang oleh role UI dan UX dipegang oleh role UX sehingga pekerjaan menjadi lebih efisien dan hasilnya pun dapat dirasakan lebih cepat. 

Akan tetapi pada hari ini Kita hanya akan membahas role UX, yaitu Perbedaan UX Designer dengan UX Researcher, tidak menutup kemungkinan bahwa role yang lain akan dibahas juga, jadi tunggu saja ke depannya.


Perbedaan Antara UX Designer dengan UX Researcher

Perbedaan Antara UX Designer dengan UX Researcher


UX sendiri mengacu pada pengalaman Pengguna pada suatu Produk, Aplikasi/Web. nah membuat pengalaman Pengguna menyenangkan dalam menggunakan suatu Produk,Aplikasi/Web adalah tanggung jawab dari Seorang UX Designer.

Sementara untuk membuat kesan kepada Pengguna, kita membutuhkan sebuah riset telebih dahulu, Seorang UX Designer tidak mungkin me-riset sembari merancang, itu akan sangat membuang banyak waktu,  sehingga dalam hal yang berkaitan dengan riset inilah tanggung jawab Seorang UX Researcher, baru setelah me-riset, UX Researcher memberikan hasil riset tersebut kepada UX Designer agar terbayang akan seperti apa Produknya.

Inilah mengapa Perusahaan besar seperti Google,Facebook,Tokopedia, dan lain lain sering kali membuat lowongan terpisah atas role UI/UX.

Jadi perbedaan yang Kita dapat adalah :
  • UX Designer : membuat rancangan desain yang friendly dan easy to use yang nantinya akan diserahkan kepada UI Designer
  • UX Researcher : melakukan riset seperti apa desain yang friendly dan easy to use

Gambaran Metode UX dalam Desain

Sebelum akhirnya dirancang oleh UI Designer, Seorang UX Designer akan melakukan perancangan desain suatu Produk,Aplikasi/Web yang berbasis kepada pengalaman dan "feel" Pengguna secara keseluruhan, ini lah gambaran metode UX dalam desain:
  • Membuat Arsitektur Informasi
  • Membuat Desain Interaksi
  • Kegunaan Suatu Produk,Aplikasi/Web
  • Merancang Wireframe Suatu Produk,Aplikasi/Web
Arsitektur Informasi yang dibuat harus memuat tentang kebutuhan dan informasi tentang Produk,Aplikasi/Web kepada Pengguna. Desain Interaksi lebih berfokus pada interaksi Pengguna, contohnya Fitur, dan lain lain.

Setelah Membuat Arsitektur Informasi dan Desain Interaksi, Seorang UX Designer akan mengerjakan Kegunaan Suatu Produk,Aplikasi/Web, dengan tujuan terbentuk suatu Produk,Aplikasi/Web yang "friendly" sehingga membuat Pengguna mendapatkan sesuatu dari Produk,Aplikasi/Web tersebut tanpa kesusahan.

UX Designer lalu membuat Wireframes, atau gambaran bentuk Produk,Aplikasi/Web sebagai sample akhir akan seperti apa Produk,Aplikasi/Web nya nanti. Nah Metode atau langkah langkah ini membutuhkan opini para Pengguna itulah kenapa nanti riset akan berhubungan dengan proses mendesain ini.

Gambaran Metode Riset untuk UX

Untuk membuat Produk,Aplikasi/Web yang sukses, Kita tentunya harus banyak banyak me-riset, ini lah metode riset yang biasa dilakukan oleh Seorang UX Researcher :
  • Riset Pasar
  • Survei Pengguna
  • Ulasan Terhadap Produk yang Sudah Ada
  • Tes Beta Secara Terbatas 
Metode pertama dalam me-riset biasanya mencakup Riset Pasar dan Ulasan Pengguna, UX Researcher dapat menggunakan statistik pasar yang tersedia dan mempelajari Ulasan Ulasan yang diberikan pada Produk,Aplikasi/Web sebelumnya atau yang sejenis lalu baru mulai UX Researche membuat rekomendasi terhadap riset mereka.

Hanya mengandalkan statistik pasar yang tersedia dan mempelajari Ulasan Ulasan yang diberikan pada Produk,Aplikasi/Web sebelumnya atau yang sejenis tidak cukup untuk riset akhir, harus terus menerus dilakukan riset selama pengembangan Produk,Aplikasi/Web. Salah satu Metode yang digunakan selama pengembangan adalah dengan melakukan Tes Beta Produk,Aplikasi/Web yang bersangkutan secara terbatas.

Melalui Tes Beta tersebutlah Potensi yang mengganggu pengalaman Pengguna tercipta, akan lebih banyak dan lebih dalam lagi ulasan yang akan diterima, sehingga selama Tes Beta diharapkan Tim UX dapat menemukan dan mengubah apa apa yang dapat mengganggu atau meningkatkan lebih baik lagi, tidak terbatas pada hanya desain saja tetapi bisa juga nama produk atau hal lain.

Contoh dari pengubahan selama Tes Beta ke Peluncuran adalah Provider By.U, dulu Povider ini mempunyai nama hüp! beta dan pada peluncurannya berubah nama menjadi By.U. Itulah contoh hasil riset yang mana mungkin bagi Tim UX Mereka hal itu membuat Produk yang Mereka kembangkan menjadi lebih baik.

Keuntungan Memisahkan Role UX Design dengan UX Research

Diliat secara seharusnya,Seorang UX Designer bekerja dengan Tim lain selama tahap perencanaan untuk membuat kerangka kerja yang memenuhi kebutuhan demografis target.

UX Designer juga dapat melakukan penelitian UX mereka sendiri. Namun, UX Designer memiliki banyak detail untuk dikerjakan. Selain memahami kebutuhan pelanggan, mereka perlu memprogram antarmuka, menguji kesalahan, dan melakukan lusinan tugas lainnya.

Menambahkan riset UX ke peran UX Designer menciptakan proses yang kurang efisien.UX Designer berakhir dengan lebih banyak pekerjaan, meningkatkan risiko kesalahan dan kemunduran. Hal ini tentunya menimbulkan risiko produk yang berdampak pada permodalan.

Selain mengurangi beban UX Designer, memisahkan role UX Design dengan UX Research mempunyai manfaat berikut:
  • Meningkatkan relevansi desain
  • Menciptakan pengalaman pengguna yang lebih baik
  • Faham atas "ROI" desain UX
Itulah Beberapa Hal yang Harus Diketahui Antara UX Designer dan UX Researcher, Sampai berjumpa di materi berikutnya, Adios.

refrensi :